Vitalnya Tanda-Tanda Vital

          Siapa yang tidak tahu tanda-tanda vital... tanda-tanda vital atau biasa kita sebut dengan TTV merupakan pengetahuan yang paling pertama diajarkan pada saat kita kuliah dahulu, TTV ini meliputi pengukuran Tekanan Darah, Nadi/menit, Pernafasan/menit dan Suhu tubuh. Seringnya kita mengukur tanda-tanda vital membuat kita merasa bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang membosankan dan tidak memiliki arti penting, kecuali jika kita tahu bahwa tekanan darah si klien sangat tinggi atau sangat rendah... dan kebanyakan dari kita beranggapan yang paling penting hanyalah Tekanan Darah...
          Rekan-rekan sekalian mungkin kita memang diajarkan bagaimana mendapatkan data mengenai tanda-tanda vital, namun sebagian besar dari kita mungkin tidak diajarkan dan tidak tahu seberapa vitalkah tanda-tanda vital itu... ?apa yang ditunjukkan oleh angka-angka dalam tanda-tanda vital...?

oleh karena itu mari kita analisa kasus berikut...

*Untuk menghilangkan efek bias (sugesti) maka kasus akan ditampilkan pada akhir tulisan, di sini kita hanya menganalisa dari data tanda-tanda vital

Laki-laki 35 tahun berat badan 50 kg
TTV
- TD : 100/70 mmHg
- N   : 87 x/menit
- RR  : 22 x/menit
- S    : 36,2  *C

     Tekanan Darah (100/70)
     Kebanyakan dari kita beranggapan bahwa tekanan darah 100/70 merupakan tekanan darah yang normal dan bagus. Eits.. tunggu dulu.. hasil tekanan darah seperti ini merupakan tekanan darah yang kurang baik. Jika dianalisa PP(Pulse Presure) yang dihasilkan hanya 30 hal ini mengindikasikan gangguan vaskuler (kekurangan komponen isi), sehingga pengiriman Oksigen ke jaringan terganggu. Sedangkan MAP (Mean Arterial Presure) yang dihasilkan sebesar 80 hal ini menunjukkan bahwa tekanan arteri cukup untuk mengirim darah hingga otak. Dari sini kita tahu bahwa setidak-tidaknya klien sedang mengalami gangguan pada isi vaskuler sehingga kita harus mengatasi gangguan ini.

       Nadi (87 x/menit)
      Menurut A.Alimul Hidayat frekuensi nadi normal pada dewasa adalah antara 70- 75 x/menit. Atau kebanyakan di lingkungan kita mengganggap bahwa nadi normal adalah antara 60-80 x/menit. Ok.. apa maknanya..? klien sedang mengalami Takikardi yaitu peningkatan frekuensi nadi permenit, hal ini menunjukkan hipoksia jaringan, bahkan frekuensi nadi diatas 100x/menit sudah dianggap sebagai hipoksia berat yang harus segera di resusitasi. Jantung meningkatkan frekuensi pompa sebagai kompensasi untuk memenuhi kebutuhan Oksigen jaringan

        Respirasi (22 x/menit)
        Respirasi normal menrut A. Alimul Hidayat adalah antara 16-20x/menit. Sedangkan dari data di atas dapat disimpulkan bahwa klien sudah mulai berkompensasi terhadap peningkatan kebutuhan Oksigen jaringan dengan ikut-ikutan meningkatakan frekuensi pernapasan untuk mencukupi kekurangan oksigen

         Suhu (36.2 *C)
        Suhu klien masih dalam rentang normal, namun kita masih harus memastikan dengan anamnese, apakah suhu klien sebelumnya meningkat, apakah klien sebelumnya mengkonsumsi obat penurun panas sehingga panas tubuh klien mengalami penurunan.

Dari analisa di atas dapat disimpulkan
  • Klien mengalami gangguan dalam isi vaskuler sehingga kurang dapat mengirim O2 ke jaringan dibuktikan dengan PP <40
  • klien mengalami hipoksia jaringan dibuktikan dengan peningkatan frekuensi nadi >80x/menit dan peningkatan frekuensi pernapasan >20x/menit
Terapi
1. Kolaborasi pemberian cairan maintenance (rumatan)
   Pilihan cairan elektrolit (NS, RL, Asering) 2.500 cc/24jam
    Bila menggunakan Infus set Otsuka cairan diberikan  25-30 tetes/menit
    Bila menggunakan Infus set Terumo cairan diberikan 33-35 tetes/menit
    *Cara perhitungan cairan klik di sini

2. Kolaborasi pemberian Oksigen tambahan
    Pilihan alat bantu terapi oksigen (Simpel mask/Face mask dg O2 reservoir bag)
    Kebutuhan 11 L/menit
    *Cara perhitungan kebutuhan O2 akan dibahas selanjutnya 

Dengan Demikian kita dapat mengingatkan dokter apabila dokter sedang lupa tentang kebutuhan terapi, Inilah pentingnya kolaborasi

KASUS
Pria berusia 35 tahun dengan berat badan 50Kg datang dengan keluhan lemas, klien mengatakan diare sejak 2 hari yang lalu dengan rata-rata BAB 5x/hari konsistensi cair, sebelumnya klien mengatakan badannya panas, nafsu makan menurun, minum hanya sedikit
 TTV
- TD : 100/70 mmHg
- N   : 87 x/menit
- RR  : 22 x/menit
- S    : 36,2  *C


Nah....
Hanya dengan data TTV kita sudah mengerti apa kebutuhan klien...
Sekarang sudah tahu bagaimana vitalnya tanda-tanda vital...?
kalau masih kurang jelas, tanyakan di kotak komentar...
Semoga bermanfaat...
^_^

NB : TTV bukanlah patokan utama, Anamnese tetap merupakan hal yang penting untuk mendapatkan data tentang kebutuhan klien.

Baca Juga



4 comments:

  1. mantap ini ilmunya, cara penyampaiannya mudahdimengerti...thanks kang fikri nabiha....
    terus kembangkan blognya kang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Mas Yayang Priatna...

      Semoga Bermanfaat...

      Delete

Pembaca Baik Selalu Meninggalkan Komentar