Mediator Peradangan (Perantara Kimia Peradangan)

          Perantara kimia peradangan adalah histamin yang dilepaskan oleh basofil, trombosit dan sel mast. Histamin ikut berkontribusi terhadap tahapan respons vaskuler peradangan, relaksasi pembuluh darah sehingga terjadi peningkatan aliran darah dan peningkatan permeabilitas kapiler. Histamin juga aktif dalam jaringan nonvaskuler. Histamin di saluran napas menyebabkan kontriksi otot-otot polos bronkiolus. histamin juga merangsang sekresi asam lambung selain itu histamin juga dapat menyebabkan gatal. Zat ini bekerja dengan mengikat reseptor H1 di saluran napas serta sistem vaskular dan reseptor H2 di saluran cernaan. Pengikatan ke reseptor H1 menyebabkan penurunan pengeluaran histamin lebih lanjut dari sel mast.
          Faktor kemotaksis neutrofil dan eosinofil adalah bahan kimia yang dilepaskan dari sel darah putih (neutrofil atau eosinofil) yang menarik sel-sel darah putih ke daerah peradangan.

          Prostaglandin terutama seri E, merupakan perantara penting peradangan. Prostaglandin dihasilkan ketika membran sel mengalami kerusakan atau pecah dan asam arakidonat, suatu konstituen utama dari membran sel, dimetabolisme oleh enzim I dan II sikloksigenase (Cycloxygenase, COX). Prostaglandin (PGE1 dan PGE2) meningkatkan aliran darah ke tempat peradangan dan meningkatkan efek histamin yang menyebabkan demam ketika terjadi infeksi, dan merangsang reseptor nyeri. Zat lain hasil metabolisme asam arakidonat meliputi prostaglandin vasokontriksi dan tromboksan A2, suatu promotor agregasi trombosit dan vasokontriksi. Sintesis prostaglandin dihambat oleh obat-obatan anti-inflamasi nonsteroid misalnya aspirin dan ibuprofen yang bekerja dengan memblok enzim COX I dan COX II.




         

Baca Juga



2 comments:

Pembaca Baik Selalu Meninggalkan Komentar